TuLisaNku …

mencoba berbagi ….

Category : Tausiah/Nasihat

SAYA YANG AKAN MENANGGUNG BEBAN

Tausiah khusus buat orang2 yg ngerasa seakan-akan rejekinya kok gak dateng2… ^^

*perasaan yg sering di alami anak rantau…. :)

=====================================================

Uang

Kadang uang selalu membuat hati gelisah

Kisah Nyata : … “SAYA YANG AKAN MENANGGUNG BEBAN” …

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim … Di Cilandak Jakarta Selatan ada seorang tetangga asal Sumatera Barat yang memiliki usaha cukup berkah. Dia adalah tetangga saya. Orangnya santun, ramah dan bersahaja. Namanya Haji Bisri, sebutlah demikian.

Setiap Shubuh, Maghrib & Isya saya selalu melihatnya berada di masjid. Tak pernah ia luput menghadiri shalat berjamaah di Masjid Al Barkah di lingkungan kami. Saya kagum atas kepribadiannya. Dia begitu mengutamakan Allah, padahal kami semua warga di kampung tahu kesibukannya sebagai seorang pengusaha yang memiliki beberapa toko di Jakarta.

Haji Bisri memulai usahanya di sebuah pasar di daerah Jakarta Selatan pada tahun 2004. Kini ia memiliki lebih dari 9 toko yang tersebar di beberapa pasar dan pusat perbelanjaan. Rezeki semakin bertambah dan usaha terus lancar. Saya pun bertanya dalam hati, “Apa rahasia sukses Haji Bisri sehingga ia bisa mengembangkan usahanya begitu cepat?”

Hari itu kami sedang beri’tikaf antara waktu Maghrib dan Isya. Sambil berbicara di beranda masjid, seorang tetangga bertanya kepada Haji Bisri mengenai kemajuan usahanya. Haji Bisri terdiam. Matanya menerawang. Mungkin ia mencoba mengenang apa yang telah membuat usaha dan hidupnya penuh keberkahan.

Dalam beliau menghela nafas. “Saya mengikuti jalan Allah saja”, beliau memulai pembicaraan. “Jangan tanya saya, bagaimana saya bisa mengembangkan usaha, semuanya Allah yang atur!”

Beliau lalu membentangkan apa yang beliau alami dalam berusaha. Banyak pelajaran yang kami ambil dari perbincangan bersamanya yang hanya dalam beberapa menit. Beberapa kalimat hikmah meluncur berkali-kali dari mulutnya dengan begitu deras namun menghujam. Beberapa di antaranya saya masih hapal, “Benar rezeki itu sudah diatur Allah, tapi rezeki bisa ditambahkan bila kita gemar bersedekah,.” “Perluaslah rezeki itu dengan memudahkan jalan orang.”

Untuk kalimat yang terakhir ini saya masih mengingatnya, dan ini sejurus dengan hadits Nabi Saw yang sering saya ajarkan kepada santri-santri di pesantren tempat saya mengajar:

“Siapa saja yang memudahkan urusan orang yang mengalami kesulitan, maka Allah akan memudahkan urusannya baik di dunia maupun di akhirat.” HR. Bukhari & Muslim

Haji Bisri mengulas kisahnya, bahwa tahun 2004 beliau baru merintis toko di sebuah pasar Jakarta Selatan. Barang yang ia dagangkan adalah tas, dompet dan sejenisnya. Toko baru buka dan hanya sedikit pelanggan yang suka datang. Namun meski sepahit apapun kondisi jualan beliau selalu bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan dan beliau selalu bertawakkal kepadaNya.

“Alhamdulillah, Allah cukupi segala kebutuhan kami sekeluarga rupanya,!” jelas Haji Bisri. Namun pada tahun yang sama seorang sepupu jatuh sakit hingga harus cuci darah seminggu 3 kali. Padahal untuk sekali cuci darah saja tidak kurang dari 1 juta rupiah biayanya.

Kami sekeluarga besar berkumpul di rumah seorang kerabat. Malam itu kami sengaja diundang untuk membicarakan beban yang ditanggung oleh sepupu saya tadi.

Dia hanyalah seorang pegawai swasta rendahan. Gaji tak seberapa. Hari-hari harus menanggung biaya seorang istri dan 3 orang anak. Apalagi perusahaan tempat dia bekerja tidak memberi jaminan kesehatan. 3 kali seminggu harus cuci darah, maka dalam sebulan minimal harus 12 kali cuci. Setidaknya maka harus ada dana yang tersedia minimal Rp 12 juta untuk biaya cuci darah dalam sebulan.”

Semua yang hadir malam itu hanya bisa terdiam.

“Kebetulan kami semua adalah perantauan yang belum sukses” ujar Haji Bisri.

“Saya yakin semua dari kami berkeinginan untuk membantu. Namun seperti yang saya lakukan, mungkin semua kerabat berhitung tentang pendapatan dan kebutuhan hidup mereka, namun tidak ada kelebihan harta yang dapat disumbangkan.”

Beberapa lama kami semua terdiam.

“Terlihat ada beberapa orang kerabat yang bermusyawarah dengan pasangannya tentang jumlah yang akan mereka sumbangkan. Namun tidak seorang pun yang berkata bahwa ia akan menyumbang.” Ungkap Haji Bisri

“Entah ada dorongan apa, saya tiba-tiba berkata dalam pertemuan itu, Saya yang akan menanggung beban itu!”

“Bukan mau jadi sok pahlawan, tapi kalimat itu terungkap begitu saja dari mulut saya” ujar Haji Bisri.

Maka hari-hari pun dilalui dengan penuh kesulitan, baik bagi Haji Bisri maupun bagi keluarga adik sepupunya. Namun diluar dugaan, rupanya niat untuk membantu saudara itu betul-betul dipermudah Allah Swt. Setiap kali harus mengantar adik sepupu untuk cuci darah di rumah sakit, pasti ada saja order pembelian barang yang ia terima dalam jumlah besar.

Beberapa langganan memesan dalam partai besar, hingga Allah Swt pun mempermudah jalan Haji Bisri untuk mencari pabrik barang-barang yang ia dagangkan sehingga ia dapat mengambil barang dengan harga semurah mungkin.

“Sungguh Allah benar-benar memudahkan jalan usaha saya” ujar Haji Bisri dengan mata berkaca-kaca.

“Hingga saat ini pun saya terus bersyukur kepada Allah Swt bahwa ia kini telah mengamanahi saya 9 toko yang dikelola oleh saya dan keluarga.”

***

Adzan Isya berkumandang. Kami pun mengakhiri pembicaraan. Malam ini saya merasa mendapatkan pelajaran yang teramat berharga dari Haji Bisri mengenai cara hidup berbagi dan berlapang dada untuk membantu orang lain. Sungguh Allah tak akan pernah menyia-nyiakan amal yang dikerjakan hamba-Nya!

Jazakumullah untuk guruku Ustadz Radiyallah atas cerita yang mencerahkan.

========================

Di ambil dari note facebook teman

nothing Love Before Wedding

Are Love Marriage Allowed in Islam?

It is better  to love the girl you marry rather than marrying the girl you love.

-quoted by Hassen-

Manusia yg paling baik

Hari ini saya mendapatkan tausiah yang luar biasa dari seorang ibu. Sebuah tausiah yang kembali mengingatkanku tentang hakikat arti kata “hidup”.

Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain. (H.R. Bukhori)

Seperti biasa, hari-hari weekend saya isi dengan jalan2 ke Cimahi untuk melihat-lihat kebun jamur (mengenai kebun jamur akan sy ceritakan lebih detail suatu saat nanti .. :D ). Maklum, ini sudah menjadi salah satu rutinitas di weekend terutama untuk bisa kembali me-refresh pikiran yang sehari-hari bergelut dengan dunia engineer. Kebetulan saat itu sya juga ada janji untuk berkunjung ke rumah salah seorang partner saya dalam berbisnis, namanya bu Yono. Hembusan udara yang sejuk, di sertai dengan kicau brung2 di sekitar, menemani orang yang sedang bekerja membuat pagi ini terasa begitu spesial. Beda banget lah am kondisi kantor. Hehehe…

Sekilas melihat banyak orang yang sedang bekerja pada saat itu, dalam suatu percakapan saya iseng2 bertanya ttg orang2 tersebut.  Yang saya tanyakan adalah tentang kondisi orang2 tersebut. Mulai dari gaji, tempat tinggal, kondisi orang2 tersebut. Salah satu hal yang membuat saya “trenyuh” adalah ketika bu Yono bilang bahwa keberadaan kita di sana benar2 d butuhkan untuk mereka hidup. “Mereka sebnernya adalah orang2 pengangguran di daerah ini. Jadi ya dari penghasilan di sini mereka hidup. Mereka sangat senang apabila kita kasih pekerjaan, terutama pekerjaan rutin yang bisa memberikan pemasukan teratur buat mereka”, begitu ujar bu Yono.

Lebih lanjut, saya juga semakin salut dengan beliau karena beliau juga mempunyai pemikiran untuk senantiasa mengajak mereka untuk belajar islam bersama. “Kalau hari sabtu, biasanya kita adakan pengajian bareng2 di mesjid. Kita alokasikan 1 jam kerja, klo di hari biasa mereka pulang jam 4, hari ini mereka selesai jam 3 dan kemudian pergi ke masjid. Peserta nya lumayan sedikit sih, tpi ya sekarang alhamdulillah cukup banyak di tambah dengan orang2 yang bekerja di sini. Materi ngaji nya pun gak begitu dalam sebnernya, tapi ya alhamdulillah bisa bikin kita sering baca alqurnya…:), papar beliau sambil tersenyum.  Terbersik dalam pikiranku, kalo itulah sebnernya cita2ku. Bisa buat sebuah unit usaha, yang nantinya bisa membuka lapangan kerja baru bgi banyak orang. Tentunya semua itu juga harus di imbangi dengan penguatan sisi ruhiyah. Subhanallah, bu  Yono ternyata telah memulainya…

Tausiah2 yang ku dapat pagi itu tentu nya semakin menambah semangatku untuk terus mengembangkan apa yang sekarang kita punya. Dengan joint-venture antara tempat saya dengan bu Yono, smoga saja ke depannya semakin banyak orang2 yang mendapatkan manfaat. Kerjasama kita emang bru se-umur jagung sih, tpi ya alhamdulillah sudah mulai kelihatan hasilnya. Smoga ini menjadi sebuah awal yang baik untuk terus maju.

Smoga artikel di atas bisa mengingatkan kita bersama akan sebuah orientasi hidup. Banyaknya godaan sana sini seakan-akan sering membuat kita lupa diri bahwa masih ada banyak orang lain di sekitar kita yg membutuhkan uluran tangan. Terutama saya pribadi, terkadang sering berfikir saya sudah dapat apa, kira2 klo saya begini/begitu untungnya apa ya buat saya, kira2 sy rugi gak ya klo begini…. Astaghfirullah… smoga kerlap-kerlip kehidupan dunia tidak membuat sy lupa untuk menjadi hamba Allah yg baik….

wallahu’alam bishowab..